Jumat, 24 Juli 2026

Pengacian Angkur Dikerjakan, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Cibereum Terus Berlanjut

  


Cilacap – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang berada di atas Sungai Cibereum, Desa Sarwadadi, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap terus menunjukkan progres.

Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pengacian angkur sebagai bagian dari penyelesaian konstruksi untuk memperkuat struktur jembatan.

Saat ini, fokus pekerjaan berada pada pengacian angkur yang dikerjakan dengan cermat untuk mendukung penyelesaian konstruksi Jembatan Gantung Perintis Garuda.

Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus menjadi kekuatan dalam setiap pelaksanaan pembangunan. Sinergi yang terjalin di lapangan membuat setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar, sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun sarana yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini, diharapkan akses penghubung antarwilayah menjadi semakin mudah, aman, dan efisien. Kehadiran jembatan nantinya akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas perekonomian, serta meningkatkan konektivitas bagi warga Desa Sarwadadi dan wilayah sekitarnya. (Pen)

Pembangunan Jembatan Beton di Desa Sawangan Terus Berlanjut Hingga Malam Hari

 


Cilacap – Semangat pengabdian prajurit TNI bersama warga terus terlihat dalam pembangunan Jembatan Beton di Sungai Citadah, Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Memasuki tahapan struktur, pekerjaan tetap dilaksanakan hingga malam hari guna menjaga kesinambungan proses pembangunan.

Pada tahap ini, fokus pekerjaan berada pada pemasangan Wide Flange (WF) atau I-Beam sebagai struktur utama jembatan. Meski hanya mengandalkan penerangan seadanya, personel TNI bersama warga tetap bekerja dengan penuh ketelitian dan mengutamakan faktor keselamatan agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana.

Pengerjaan malam hari dilakukan untuk memaksimalkan waktu kerja sekaligus menjaga progres pembangunan agar tetap sesuai target yang telah ditetapkan. Kekompakan antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam setiap proses pembangunan.

Diharapkan, dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Beton di Sungai Citadah dapat segera rampung sehingga mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat Desa Sawangan dan sekitarnya. (Pen)

Kodim 0703/Cilacap Terus Lanjutkan Sasaran Non Fisik TMMD dengan Sosialisasi Pembinaan Satlinmas dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan



Cilacap – Kodim 0703/Cilacap terus melanjutkan pelaksanaan sasaran Non Fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 melalui kegiatan Sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Kegiatan berlangsung di Pendopo Balai Desa Bingkeng, Kecamatan Wanareja, dengan menghadirkan Narasumber dari Satpol PP Kabupaten Cilacap dan BPJS Ketenagakerjaan Cilacap.

Pada kesempatan tersebut, Satpol PP Kabupaten Cilacap memberikan materi Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Materi yang disampaikan meliputi tugas, fungsi, dan peran Satlinmas dalam membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, mendukung keamanan lingkungan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi di wilayah desa.

Selanjutnya, dari BPJS Ketenagakerjaan Cilacap menyampaikan Sosialisasi mengenai program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Peserta diberikan pemahaman tentang manfaat kepesertaan, jenis-jenis perlindungan yang tersedia, serta pentingnya memiliki Jaminan Sosial sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Satlinmas, dan masyarakat. Melalui penyampaian materi secara langsung, diharapkan peserta dapat memahami informasi yang diberikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas di lingkungan masing-masing.

Pelaksanaan sasaran non fisik menjadi bagian penting dalam TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap. Selain membangun infrastruktur, program TMMD juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. (Pen)

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama Dalam TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap



Cilacap – Semangat gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kebersamaan antara Satgas TMMD dan Masyarakat tampak nyata di setiap Sasaran Fisik, mulai dari pengerjaan Perkerasan Jalan, Pembangunan Jembatan, Pembuatan Talud hingga Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dilokasi sasaran perkerasan jalan personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengangkat dan menyusun batu sebagai lapisan dasar jalan. Kekompakan tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Pada sasaran tambahan rehab RTLH, semangat gotong royong juga terus ditunjukkan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat. Berbagai tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bersama-sama, mulai dari pembongkaran hingga pemasangan Hebel, sehingga progres pembangunan RTLH terus mengalami kemajuan dari hari ke hari.

Melalui semangat Gotongroyong,pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat (Pen)

Alat Berat Maksimalkan Pemadatan Perkerasan Jalan Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap


Cilacap – Pengerjaan sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0703/Cilacap di Desa Bingkeng, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap terus menunjukkan hasil,. Memasuki tahap pemadatan material, alat berat Vibro Roller dikerahkan untuk memaksimalkan kualitas perkerasan jalan dengan volume Panjang 800 meter, lebar 4 meter, dan Tinggi 0,30 meter.

Dilapangan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Kehadiran alat berat dipadukan dengan semangat kebersamaan warga dalam merapikan material dan mendukung kelancaran proses pemadatan, sehingga pekerjaan dapat berlangsung efektif dan sesuai rencana.

Pemadatan menggunakan Vibro Roller bertujuan menghasilkan badan jalan yang padat, kuat, dan stabil sebagai dasar Infrastruktur yang berkualitas tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan hasil pembangunan mampu bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Melalui semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga, pembangunan perkerasan jalan diharapkan dapat segera rampung sesuai target, kehadiran jalan yang lebih baik nantinya akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Desa Bingkeng. (Pen)

Kamis, 23 Juli 2026

Tingkatkan Kesejahteraan dan Aksesibilitas Warga, Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Garuda Secara Serentak



Pekalongan – Komitmen Kodam IV/Diponegoro dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendorong percepatan ekonomi daerah kembali diwujudkan secara nyata. Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meresmikan penggunaan Jembatan Gantung Garuda di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/7/2026).

Peresmian ini menjadi penanda dibukanya kembali akses yang sangat dinantikan oleh warga Dukuh Galangwolu dan Dukuh Sibetok. Sebelumnya, infrastruktur vital penghubung kedua wilayah tersebut lumpuh total akibat diterjang banjir bandang pada 20 Januari 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan bahwa kehadiran Jembatan Gantung Garuda sepanjang 60 meter dan lebar 1,2 meter yang membentang di atas Sungai Sengkarang tersebut merupakan urat nadi baru bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga setempat.

Beliau menjelaskan bahwa Kodim 0710/Pekalongan mengambil langkah nyata guna memulihkan akses ekonomi, pendidikan, serta kesehatan masyarakat pascabencana melalui sinergi dan semangat gotong royong kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Pangdam menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi oleh Bapak Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat untuk memastikan pemerataan aksesibilitas di wilayah yang membutuhkan. Peresmian Jembatan Garuda di Desa Galangpengampon tersebut dilakukan secara serentak bersama 52 titik jembatan lainnya di 19 Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Guna menunjang ketersediaan infrastruktur secara menyeluruh, Kodam IV/Diponegoro secara bertahap merealisasikan pembangunan 313 titik Jembatan Garuda yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Hingga saat ini, progres pembangunan mencakup 156 unit jembatan gantung (51 unit telah selesai dan 105 unit dalam proses), 36 unit jembatan Armco sebagai jembatan sementara di daerah bencana (34 unit telah selesai dan 2 unit dalam proses), 119 unit jembatan beton (25 unit telah selesai dan 94 unit dalam proses), serta 2 unit jembatan Bailey.

Kehadiran jembatan-jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Akses anak-anak menuju sekolah, mobilitas warga ke fasilitas kesehatan, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan perdagangan antar-dukuh kini kembali pulih tanpa hambatan.

Atas terselesaikannya pembangunan infrastruktur tersebut, Jenderal Bintang Dua itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemkab Pekalongan, jajaran Kodim 0710/Pekalongan, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu bergotong-royong sejak peletakan batu pertama pada 31 Maret 2026.

"Semoga apa yang dilakukan oleh TNI bersama-sama dengan masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bisa membantu mengatasi kesulitan masyarakat", tegas Pangdam IV/Diponegoro.

Pangdam juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar senantiasa merawat dan menjaga fasilitas umum tersebut secara swadaya. Ia mengingatkan bahwa jembatan tersebut merupakan aset bersama, sehingga masyarakat diharapkan menggunakannya secara bijak dengan memperhatikan batasan kapasitas serta melakukan pemeliharaan rutin agar manfaatnya dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang. (Pendam IV/Diponegoro)

Empat Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V di Kabupaten Cilacap Diresmikan Secara Serentak



Cilacap - Empat Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V di wilayah Kodim 0703/Cilacap diresmikan secara serentak bersamaan dengan peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han melalui Video Conference dan diikuti seluruh satuan Jajaran, Kamis (23/7/2026).

Empat Jembatan Perintis garuda Tahap V yang diresmikan di wilayah Kodim 0703/Cilacap yaitu berada di Desa Bantarpanjang Kecamatan Cimanggu, Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan, Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari dan Desa Karangjengkol Kecamatan Kesugihan.

Keempat jembatan tersebut dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian desa.

Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti, S.E. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V ini merupakan program yang terus berlanjut dan hingga saat ini pembangunannya telah memasuki Tahap Ke VI di sejumlah lokasi, sementara pada Tahap V terdapat Empat Jembatan di Kabupaten Cilacap yang telah selesai dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dandim 0703/Cilacap menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung bukan sekadar menghadirkan sarana fisik berupa konstruksi yang kokoh, namun merupakan bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI akan selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk membuka akses wilayah yang selama ini menjadi kendala bagi mobilitas warga.

"Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih singkat, distribusi hasil pertanian semakin lancar, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Inilah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga pelosok desa," ungkap Dandim 0703/Cilacap.

Lebih lanjut, Dandim 0703/Cilacap mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat selama proses pembangunan. Kolaborasi antara prajurit TNI, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi faktor utama sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

Dandim 0703/Cilacap juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan yang telah dibangun agar tetap aman, kokoh, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Dengan pemeliharaan yang baik, Jembatan tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Selain peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap V ini, kegiatan juga dirangkaikan dengan Bakti Kesehatan dan Pembagian Sembako Gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga. (Pen)