Jumat, 04 September 2026

Gerak Cepat Koramil 14/Cimanggu Padamkan Kebakaran Lahan di Bantarmangu



Cilacap – Koramil 14/Cimanggu, Kodim 0703/Cilacap bergerak cepat bantu memadamkan kebakaran lahan milik warga yang merambat ke kawasan Perhutani Petak 31 G TKL Jati RPH Cimanggu, Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jumat (4/9/2026).


Kebakaran diketahui sekitar pukul 15.08 WIB. Koramil 14/Cimanggu dibawah pimpinan Danramil 14/Cimanggu Lettu Cke Iwan Margono menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Forkopimcam Cimanggu serta pihak Perhutani untuk melakukan penanganan.


Berdasarkan keterangan saksi Kusyanto (70), warga Dusun Sudimara, kebakaran bermula saat pemilik lahan, Kusnanto, sekitar pukul 13.00 WIB melakukan penebangan pohon dan membuka lahan dengan cara dibakar. Api sempat padam setelah kondisi dinilai terkendali, namun sisa bara kembali menyala setelah tertiup angin.


Sekitar pukul 15.08 WIB, api membesar dan merambat ke kawasan Perhutani Petak 31 G TKL Jati RPH Cimanggu, BKPH Majenang. Anggota Koramil bersama personel di lapangan kemudian melakukan pemadaman sekaligus memastikan api tidak kembali menyala.


Akibat kejadian tersebut, sekitar 0,1 hektare lahan warga dan lahan Perhutani yang ditumbuhi pohon pinus dan jati terbakar. Sebanyak 16 pohon terdampak, sementara tidak ada sarana maupun bangunan yang ikut terbakar.


Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB setelah proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Hasil pengecekan akhir menunjukkan tidak ada lagi titik api dan kondisi kebakaran telah padam 100 persen.


Penanganan melibatkan Danramil 14/Cimanggu beserta enam personel, Polsek Cimanggu empat personel, Satpol PP dua personel, LMDH tujuh personel, Perhutani lima personel, Pemerintah Desa Bantarmangu, warga serta relawan.


Selanjutnya, Koramil 14/Cimanggu bersama pihak terkait akan meningkatkan pemantauan potensi kebakaran, menyiapkan peralatan penanggulangan kebakaran serta memasang imbauan tertulis tentang larangan pembakaran di kawasan hutan. Petugas juga mengingatkan bahwa pembakaran yang dilakukan dengan sengaja akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. (**)


Ladang Sedekah Kodim 0703/Cilacap Rutin Digelar Setiap Jumat



Cilacap – Kodim 0703/Cilacap kembali melaksanakan kegiatan Ladang Sedekah, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Masjid Al-Aziz Asrama Kodim 0703/Cilacap dan Masjid Al-Fatah Jayanihim, Gang Wiling Satu, Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Ladang Sedekah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Kodim 0703/Cilacap setiap hari Jumat dengan lokasi yang bergantian dari masjid ke masjid di wilayah Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan antara personel TNI dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya diisi dengan ibadah bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota Kodim 0703/Cilacap untuk berinteraksi dan bersilaturahmi dengan jamaah serta masyarakat sekitar.

Kehadiran anggota Kodim 0703/Cilacap di lingkungan masjid diharapkan dapat semakin mendekatkan hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik secara langsung.

Kegiatan Ladang Sedekah Kodim 0703/Cilacap selain menjadi sarana beribadah bersama, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkuat silaturahmi dengan warga.

Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara rutin dan berpindah-pindah lokasi, Ladang Sedekah Kodim 0703/Cilacap diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dilakukan Kodim 0703/Cilacap melalui pendekatan langsung dan kegiatan bersama masyarakat. (*)

Kamis, 03 September 2026

Kodim 0703/Cilacap Hadiri Pelepasan Estafet Tunas Kelapa 2026 Kwarcab Cilacap



Cilacap – Danramil 01/Cilacap Kapten Inf Soeyitno mewakili Dandim 0703/Cilacap bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap menghadiri acara pelepasan Kontingen Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Cilacap yang berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah. Estafet Tunas Kelapa menjadi salah satu kegiatan strategis Gerakan Pramuka dalam memasyarakatkan nilai-nilai kepramukaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme, persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Pelepasan kontingen dilakukan oleh Ketua Harian Mabicab Kwarcab Cilacap, Annisa Fabriana, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap, Kehadiran Kodim 0703/Cilacap menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di wilayah Kabupaten Cilacap.

Waka Bidang Humas Kwarcab Cilacap, Taryo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ETK di wilayah Cilacap berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (3–4/9/2026), dengan rute yang telah ditentukan melalui sejumlah titik strategis dan wilayah kwartir ranting.

“Estafet Tunas Kelapa tahun 2026 ini dimaksudkan sebagai sarana memasyarakatkan Gerakan Pramuka serta memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan dan pengabdian anggota Pramuka,” kata Taryo.

Perjalanan ETK di wilayah Kwarcab Cilacap terbagi menjadi enam etape. Perjalanan diawali dari halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap dan selanjutnya berakhir dengan timbang terima Tunas Kelapa kepada Kwarcab Banyumas pada Jumat (4/9/2026) di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Kontingen terdiri atas Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega yang didampingi para pembina serta ambalan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan koordinasi antara unsur Pramuka dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP guna menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan.

Sementara itu, Annisa Fabriana saat membacakan sambutan Ketua Kwarda Jawa Tengah berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan dan kekompakan selama mengikuti estafet.

Peserta juga diharapkan dapat menebarkan pesan positif, kedamaian dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Selain itu, ETK diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi serta membangun sinergi antara Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat,” pesannya.

Acara pemberangkatan ditandai dengan pembacaan kesan dan pesan Ketua Kwarcab Cilacap serta berita acara pelepasan Estafet Tunas Kelapa 2026.

Kehadiran Kodim 0703/Cilacap dalam kegiatan tersebut mencerminkan sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, berjiwa nasionalis serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. (Pen)

Rabu, 02 September 2026

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati



Pati – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Pangdam di Desa Kayen disambut antusias oleh warga dan para pelajar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jembatan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan konstruksi yang berlaku.

Pangdam menegaskan, pengecekan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung agar kualitas dan kekuatan konstruksi benar-benar terjamin. Menurutnya, jembatan yang dibangun harus memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika nantinya digunakan.

"Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya," ujar Pangdam.

Jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 500 kepala keluarga di wilayah setempat. Selain memperpendek jalur transportasi warga, keberadaan jembatan akan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk para pelajar yang menuju sekolah serta warga yang beraktivitas menuju persawahan.

Pangdam menyebut pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden RI yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pati.

Dari Desa Kayen, Pangdam melanjutkan kegiatan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, untuk meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini.

"Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut," ungkap Pangdam.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter dengan kualitas air yang dinilai baik dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mandi dan memasak. Air ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan setiap hari.

Warga tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut. Sejumlah masyarakat terlihat mengambil air dari tempat penampungan yang telah disiapkan. Bagi warga, tersedianya sumber air menjadi bantuan yang berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mengalami keterbatasan pada musim kemarau.

Pangdam menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian. Di wilayah Pati saat ini telah dibangun dua sumur bor dan direncanakan akan ditambah dua titik lagi. Program serupa juga akan terus dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah yang benar-benar membutuhkan sumber air, dengan target pembangunan sekitar 100 sumur bor.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur dan meresmikan sumur bor, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap warga di wilayah tersebut.

Melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang menghubungkan warga dan sumber air yang memenuhi kebutuhan dasar menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian TNI yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. (Pendam IV/Diponegoro)

Cegah Karhutla, Dandim 0703/Cilacap Tekankan Sinergitas dan Kesiapsiagaan Bersama



Cilacap – Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti, S.E., memberikan pengarahan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Cegah Karhutla, Lindungi Lingkungan dan Wujudkan Kawunganten Bebas Asap” tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kawunganten dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, BPBD, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), LMDH serta elemen masyarakat lainnya.

Dalam arahannya, Dandim 0703/Cilacap menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan menjadi tanggung jawab satu instansi saja, dibutuhkan kepedulian, kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh unsur agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa merespons setiap kejadian dengan cepat. Jangan sampai persoalan kecil di lapangan berkembang menjadi masalah yang lebih besar,oleh karena itu seluruh unsur harus memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan yang sama,” tegasnya.

Dandim 0703/Cilacap juga mengingatkan agar kejadian Karhutla tidak dianggap sebagai hal yang biasa atau rutinitas setiap tahun meskipun sejumlah kejadian Karhutla selama tahun 2026 dapat ditanggulangi dengan cepat, setiap kejadian tetap harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Jangan karena selama ini setiap kejadian bisa kita tangani dengan cepat, kemudian kita menganggap Karhutla sebagai sesuatu yang biasa setiap kejadian harus kita jadikan evaluasi, mulai dari penyebabnya, lokasi, pola penyebaran api, kecepatan penanganan sampai kendala yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi yang lebih utama adalah kemampuan seluruh unsur dalam mencegah kebakaran, melakukan deteksi dini dan mengambil tindakan dengan cepat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya ketika api sudah padam yang lebih penting adalah bagaimana kebakaran itu bisa kita cegah, bagaimana kita mengetahui lebih awal, dan bagaimana kita bisa bergerak cepat ketika ada laporan,” jelasnya.

Dandim 0703/Cilacap juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan Karhutla, termasuk mengetahui akses dan rute menuju lokasi serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran, serta meminta agar masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.

“Masyarakat di sekitar hutan justru menjadi mata dan telinga kita di lapangan. Mereka yang setiap hari berada di sana tentu lebih cepat mengetahui kalau ada asap, titik api atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Karena itu, masyarakat harus kita libatkan dan diberdayakan,” ungkapnya.

Lanjut, upaya pencegahan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika musim kemarau tiba. Kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Jangan kita bergerak hanya ketika sudah terjadi kebakaran. Pencegahan harus dilakukan terus-menerus. Kita bangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Seusai memberikan pengarahan, Dandim 0703/Cilacap bersama unsur terkait melaksanakan peninjauan terhadap alat pemadam kebakaran sebagai bagian dari pengecekan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Perhutani, MPA dan masyarakat semakin kuat, sehingga upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan. (Pen)

Pastikan Siap Digunakan, Dandim 0703/Cilacap Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Wanareja



Cilacap – Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Aryudha Sakti, S.E. meninjau Jembatan Perintis Garuda yang berada di Dusun Purwasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa (1/9/2026).

Jembatan yang membentang di atas Sungai Cibaganjing tersebut kini telah selesai dibangun sertus persen. Keberadaan jembatan perintis garuda ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat madura dan sekitarnya yang sebelumnya masih terkendala dalam mobilitas akibat belum adanya akses penghubung yang memadai.

Dalam peninjauannya, Dandim 0703/Cilacap tidak hanya melihat kondisi fisik jembatan, tetapi juga memastikan kesiapan dan keamanan jembatan tersebut sebelum nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tak lupa, Dandim 0703/Cilacap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dari awal pembangunan sampai dengan siap digunakan.

“Terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari Koramil 16/Wanareja, pemerintah desa Madura serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pembangunan jembatan ini sampai selesai,” ujar Dandim 0703/Cilacap.

Dandim 0703/Cilacap juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut. Penggunaannya diharapkan tetap memperhatikan kapasitas yang telah ditentukan sehingga keberadaan jembatan Perintis Garuda ini dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Jembatan Perintis Garuda ini harus sama-sama kita jaga dan rawat, jangan digunakan melebihi kapasitas yang sudah ditentukan, agar tetap aman dan bisa digunakan dalam waktu yang lama,” pesannya.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih mudah dan diharapkan mampu mendukung aktivitas warga sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat Desa Madura dan sekitarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Danramil 16/Wanareja Kapten Inf Absori beserta anggota, Denzibang 021/lV Cilacap, Kades Madura Nursidiq beserta perangkat desa, tokoh agama, para Ketua RT dan RW Dusun Purwasari, serta warga masyarakat setempat. (Pen)

Selasa, 01 September 2026

Kodim 0703/Cilacap Melaksanakan Doa Bersama Peringati HUT Ke-65 Korem 071/Wijayakusuma



Cilacap – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Korem 071/Wijayakusuma Tahun 2026, Kodim 0703/Cilacap melaksanakan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan pengabdian dan pelaksanaan tugas satuan Korem 071/Wijayakusuma dalam menjaga kedaulatan serta mendukung kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan doa bersama berlangsung di Masjid Al-Aziz Asrama Kodim 0703/Cilacap, Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Selasa (1/9/2026).

Doa bersama mengusung tema “Korem 071/Wijayakusuma Bersama Komponen Bangsa Bersatu Mendukung Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Kegiatan diawali dengan salat Dhuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama dalam rangka memperingati HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma.

Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti, S.E., bersama Kasdim 0703/Cilacap, para Perwira Staf, para Danramil jajaran Kodim 0703/Cilacap, anggota Kodim, ASN serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVIII Kodim 0703/Cilacap beserta pengurus turut mengikuti kegiatan tersebut.

Pelaksanaan doa bersama berlangsung secara khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan, kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan tugas satuan Korem 071/Wijayakusuma beserta jajaran.

Melalui doa bersama ini, keluarga besar Kodim 0703/Cilacap berharap seluruh rangkaian pelaksanaan tugas dan pengabdian satuan Korem 071/Wijayakusuma senantiasa mendapat perlindungan dan kelancaran, serta semakin memperkuat soliditas dan sinergi TNI bersama seluruh komponen bangsa dalam mendukung pembangunan nasional. (**)