Cilacap – Pembangunan Jembatan Gantung Tahap VII di Sungai Ciraja yang menghubungkan Dusun Cijoho, Desa Tayem, dengan Dusun Ciraja, Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, diawali dengan kegiatan doa bersama pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama sekaligus ungkapan harapan agar proses pembangunan jembatan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua desa.
Doa bersama dihadiri Camat Karangpucung Syihabur Ridlo Eka Suryawan, S.P., M.M., Danramil 15/Karangpucung Kapten CPM Agus Santoso, Kapolsek Karangpucung Iptu Wasro, Kasi Permas Kecamatan Karangpucung Dasirun, serta Kepala Desa Ciporos Mulyanto beserta perangkat desa dan Kepala Desa Tayem Kamsir beserta perangkat desa.
Turut hadir Babinsa Desa Ciporos Sertu Wahyudi, Babinsa Desa Tayem Serda Andreas Djogo, para ketua RT dan RW dari Dusun Cijoho dan Dusun Ciraja, perwakilan tokoh agama, serta masyarakat Desa Tayem dan Desa Ciporos.
Jembatan gantung tersebut direncanakan menjadi penghubung antara Dusun Cijoho, Desa Tayem, dan Dusun Ciraja, Desa Ciporos. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial sehari-hari.
Melalui doa bersama ini, seluruh pihak berharap pembangunan Jembatan Gantung Tahap VII Sungai Ciraja dapat terlaksana sesuai rencana dan nantinya menjadi sarana penghubung yang aman serta bermanfaat bagi masyarakat kedua desa.
Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sehingga pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga di wilayah Kecamatan Karangpucung. (R15)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar