Tampilkan postingan dengan label KORAMIL 09/KAWUNGANTEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KORAMIL 09/KAWUNGANTEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Cihaur Masuki Tahap Pembersihan Lahan



Cilacap - Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang nantinya membentang di Sungai Cihaur, Dusun Cikerang, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, mulai memasuki tahap pembersihan lahan, Rabu (14/10/2026).

Jembatan Perintis Garuda ini nantinya akan menghubungkan RT 06/RW 11 dengan RT 07/RW 11 Dusun Cikerang. Keberadaannya diharapkan dapat mempermudah akses dan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pembersihan lahan menjadi langkah awal untuk mempersiapkan lokasi sebelum memasuki tahapan pembangunan selanjutnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda ini nantinya, diharapkan mobilitas warga Dusun Cikerang semakin mudah dan lancar, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan serta perekonomian masyarakat setempat. (pen)

Kamis, 08 Oktober 2026

Gerak Cepat Aparat dan MPA Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani



Cilacap – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Perhutani Petak 87 D, RPH Kubangkangkung, BKPH Kawunganten, KPH Banyumas Barat, Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Kamis (8/10/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 10.15 WIB saat seorang saksi Agus Sarif (50 Th)  yang tengah melakukan patroli melihat api menjalar di kawasan hutan. Agus Sarif kemudian malaporkan ke Safiq Eka Ghazi dan Informasi tersebut kemudian disampaikan melalui grup piket BKPH Kubangkangkung. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Forkopimcam Kawunganten untuk meminta bantuan penanganan.

Mendapat laporan tersebut, Forkopimcam bersama aparat keamanan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Dengan menggunakan peralatan sederhana dan ranting kayu, petugas bersama masyarakat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Sekitar pukul 13.45 WIB, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.Akibat kejadian tersebut, lahan Perhutani yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2,5 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dari hasil penanganan awal, kondisi kawasan hutan yang memiliki material mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan Polsek Kawunganten.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terlebih pada kondisi cuaca kering. (*)

Rabu, 23 September 2026

Babinsa Koramil 09/Kawunganten Bersama Masyarakat Peduli Api Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani di Kawunganten



Cilacap – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Perhutani Petak 87 F, RPH Kubangkangkung BKPH Kawunganten KPH Banyumas Barat Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Rabu (23/9/2026) pagi.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 09.10 WIB saat Agus Sarif warga Desa Kubangkangkung, sedang melaksanakan patroli dan melihat api mulai menjalar di kawasan hutan tersebut. Melihat api semakin membesar, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Jasum selaku Mantri Perhutani.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Satgas Karhutla Kawunganten. Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama aparat keamanan selanjutnya bergerak melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk ranting kayu, untuk mencegah api semakin meluas.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 11.10 WIB. Api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Akibat kejadian tersebut, lahan Perhutani yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih 0,04 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan Polsek Kawunganten. Kondisi kawasan hutan yang terdapat material mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api, khususnya saat cuaca panas dan kering.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terutama pada kondisi cuaca kering. (Pen)


Kamis, 17 September 2026

Lahan Yayasan Sosial Bina Sejahtera Terbakar, Babinsa Koramil 09/Kawunganten Turun Membantu Pemadaman



Cilacap – Lahan milik Yayasan Sosial Bina Sejahtera di Dusun Karang Bawang RT 02 RW 05, Desa Kawunganten, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 12.30 Wib.

Kebakaran diketahui setelah seorang warga yang berada di sekitar lokasi melihat kobaran api dan meminta bantuan kepada warga serta guru SDN 04 Kawunganten yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Karena kondisi angin yang cukup kencang, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke area yang ditumbuhi alang-alang kering serta tumpukan kayu di sekitar lahan.

Mendapat informasi adanya kebakaran, Piket Koramil 09/Kawunganten Serda Purwanto dan Serda Ilham bersama Babinsa Desa Kawunganten Serda Asep segera mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Berkat upaya bersama, api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dapat dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diduga bermula saat seorang warga lanjut usia membakar sampah sedikit demi sedikit di sekitar lokasi. Saat pembakaran berlangsung, angin kencang menyebabkan api membesar dan merembet ke alang-alang kering serta tumpukan kayu yang berada di sekitar lahan.

Akibat kebakaran tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih seperempat hektare. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Babinsa Koramil 09/Kawunganten terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. (Pen)