Sabtu, 05 Desember 2020

Kunjungi Cilacap, Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Kampung Laut Dan Kawasan Nusakambangan



Cilacap - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Letjen TNI Doni Monardo beserta rombongan (Staf) mengunjungi Kabupaten Cilacap yang diagendakan melakukan peninjauan kawasan konservasi hutan bakau di sekitar Segara Anakan, kawasan Cagar Alam Nusakambangan dan Kecamatan Kampunglaut yang secara administratif merupakan wilayah Kabupaten Cilacap, Jumat (4/12/2020).

Kedatangan orang nomor satu di BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Nasional tersebut disambut oleh Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto SE, M.Tr (Han), Palaksa Lanal Cilacap Cilacap Letkol Laut (P) Wildan Ardiansyah, Kapolres Cilacap AKBP Derry Agung Wijaya, S.I.K.,S.H. M.H, Kepala BPBD Kabupaten Cilacap Drs. Tri Komara, Kasdim Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo, Sekda Drs. Farid Maruf, ST.MM beserta para Asisten Sekda Cilacap. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Cilacap memaparkan terkait upaya Pemkab Cilacap dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya."Perlu kami sampaikan, jumlah kasus Covid-19 di Cilacap berdasarkan data pada tanggal 03 Desember 2020, jumlah total konfirmasi positif sebanyak 2.311 orang, yang sembuh 1610 orang (69,67 %), yang meninggal 69 orang (2,9 %), konfirmasi masih aktif saat ini  baik yang OTG dan di rawat di Rumah Sakit berjumlah 632 orang," ucapnya.

Lebih lanjut, "Kondisi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Cilacap, karena seperti kita ketahui bersama, bahwa Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk mencapai 2 juta jiwa lebih. Secara administratif Kabupaten Cilacap terbagi dalam 24 kecamatan dan 269 Desa serta 15Kelurahan," paparnya.

Usai kegiatan paparan, dengan menggunakan perahu RIB milik  Kopassus dan perahu patroli Polairud, Kepala BNPB Doni Monardo beserta rombongan termasuk didalamnya Tim BKSDA Nusakambangan bertolak menuju wilayah konservasi Segara Anakan, dan melihat langsung kondisi hutan tropis di Pulau Nusakambangan dimana ditempat tersebut tumbuh pohon Plahlar laut yang konon di Indonesia hanya ada di Nusakambangan.

Selain itu, dirinya juga mengunjungi Kecamatan Kampunglaut dan menerima paparan tentang kondisi geografis Pulau Nusakambangan dihadapkan dengan adanya potensi bencana Tsunami yang dulu pada tahun 2006 pernah menerjang kawasan ini dan bagaimana upaya menyelamatkan masyarakat dari bencana yang dapat terjadi kapan saja.

"Dulu pada Tsunami yang pusatnya di pantai pangandaran telah berdampak pada kerusakan hutan di Pulau Nusakambangan, berdasar penelitian (riset para ahli) gelombangnya mencapai ketinggian 15 smapai 22 meter. Selain itu kami dapat sejumlah informasi adanya tanaman endemik yaitu pohon Plahlar di kawasan cagar alam Nusakambangan yang jumlahnya semakin berkurang. Sehingga kami bekerjasama dengan tim BKSDA untuk meningkatkan kembali populasi tanaman tersebut," kata Doni. Oke

Kamis, 03 Desember 2020

Cuaca Ekstrim, Sejumlah Titik di Kecamatan Majenang Terdampak Banjir dan Longsor



Cilacap – Lagi- lagi bencana alam terjadi di wilayah Kecamatan Majenang, yang disebabkan hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (01/12), sehingga mengakibatkan sebagian wilayah di Kecamatan Majenang terdampak banjir dan longsor.

Kali ini, Banjir terjadi di Desa Padangjaya Dsn. Kroya Rt 01/12, Desa Padangsari Dsn. Bendasari Rt 01/04, Dsn. Mulyasari Desa Mulyasari,  Dsn. Benda Rt 3/11 Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang, tepatnya di wilayah teritorial Koramil 13/ Majenang.

Terkait penanganan bencana alam di wilayah binaanya, Danramil 13/ Majenang Kapten Inf Agus Sudarso memerintahkan seluruh anggota Babinsanya agar bersiaga di wilayah binaan masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam tersebut. Rabu, (2/12/20).

"Sejak Selasa malam hingga rabu sore, Babinsa Koramil 13/ Majenang terus bersiaga mengantisipasi terjadinya bencana alam. Di wilayah Kecamatan Majenang sebanyak 12 titik desa terkena bencal dampak hujan selasa kemarin. Sumber banjir berasal dari luapan Sungai yang mengakibatkan tanggul sungai Cilopadang yang melintasi perkampungan warga," 

Terparah terjadi Desa Mulyasari, karena letak wilayahnya termasuk dataran rendah. Sehingga setiap terjadi hujan dengan intesitas tinggi, wilayah Desa tersebut selalu terdampak banjir maupun banjir kiriman.

"Babinsa Koramil 13/Majenang segera membantu warga yang terkena banjir, membantu mengevakuasi warga dan perabotan milik warga yang terendam banjir, pembersihan penyemprotan lumpur - lumpur  di tempat ibadah Masjid, musholla, rumah dan Jalan umum pasca banjir, "tambahnya.

Dia menegaskan, kegiatan pembersihan lumpur ini akan terus berlanjut sampai masyarakat benar- benar merasa nyaman. Babinsa juga menyediakan tempat untuk pengungsian sementara yang lebih aman.

"Selain bencana banjir, longsor juga terjadi di wilayah Koramil 13/Majenang. Tanah longsor terjadi di Dsn. Cibungkul Rt 05/05 Desa Boja, Dsn. Jati Gembol Ds. Sepatnnggal, Dusun Cirangkong Desa Bener, Dusun Cikupa Desa Sadabumi, Dusun Cipancur Desa Ujungbarang, Desa Pengadegan, Desa Salebu, Desa Cibeunying," terangnya.

Akibat longsor itu beberapa titik desa terisolasi, karena aset jalan yang menghubungkan beberapa desa tersebut tertutup tanah longsor sepanjang ± 50m bahkan sampai amblas dan juga menimpa rumah warga an Tarmojo (58) Rt 004/004 Desa Sepatnunggal Dusun Jati Gembol,  Kasrudin Al Kartib (58)  Rt 05/05 Dsn. Cibungkul Ds. Boja, Wiraswasta. an. Hj Suki (65) Rt 04/13 Desa Salebu Kecamatan MajeƱang.

"Personel Koramil 13/Majenang yang dipimpin Pelda Muriyanto, sudah berkoordinasi dengan aparat setempat agar membuka akses jalan dan melaksanakan Karya bakti pembersihan puing-puing rumah terkena longsoran dibantu oleh puluhan warga setempat," tegasnya. Oke

Pasca Longsor di Desa Cijati dan Negarajati, Babinsa dan Warga Kerja Bakti



Cilacap - Babinsa Koramil 14 Cimanggu kembali melakukan penanganan bencana alam, pasca longsor yang terjadi di Desa Cijati dan Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

Guna mempercepat penanganan pasca bencana, pihak Koramil Cimanggu bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor di lokasi, dimana beberapa rumah warga setempat tertimpa longsor, Rabu (02/12).

Danramil 14 Cimanggu Kapten Chb Sutarman,S.H menjelaskan cuaca yang kurang bersahabat di musim hujan tahun ini, mengakibatkan adanya tanah longsor di beberapa daerah di wilayah kecamatan Cimanggu, diantaranya Desa Cijati dan Desa Negarajati.

"Terkait penanganan pasca bencana, saya sudah kerahkan para Babinsa Koramil Cimanggu untuk membantu pemerintah Kecamatan dalam hal penanganan bencana longsor, "jelasnya.

Adapun Babinsa yang terlibat dalam operasi tersebut, yakni Sertu Carnoyo di wilayah Desa Cijati dan Koptu Eko Daryoto di wilayah Desa Negarajati. Kegiatan kerja bakti yang kita motori tersebut merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat guna mengatasi kesulitan rakyat yang tertimpa bencana.

"Tentu saja dengan kehadiran anggota TNI di lokasi bencana sangat berarti bagi warga yang membuat mereka semakin semangat dalam bekerja bakti. Babinsa bersama ikut serta dalam membantu menangani pembersihan puing-puing sisa longsoran tanah, " imbuhnya.

Adapun warga Desa Negarajati yang rumahnya milik Karnoto, dimana bagian belakang tertimpa tanah longsor. Untuk wilayah Desa Cijati yaitu rumah bagian belakang milik Purwito, rumah Rohandi bagian belakang jebol, dan jalan kabupaten di Dusun Cipeusing - Garawangi longsor tebing setinggi 10 meter dan panjang 15 meter lebar 4 meter kedalaman dalam jalan 1 meter, serta pohon Pinus menutupi jalan tersebut.

"Kami dari Koramil 14 Cimanggu terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam membantu menangani bencana alam yang terjadi wilayah kecamatan Cimanggu. Aparat Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan dan masyarakat bahu membahu membersihkan material longsor di dusun tersebut," tandasnya. Oke

Jalan Penghubung Rusak, Babinsa dan Warga Kutabima Gotong-royong Perbaiki Ini



Cilacap – Musim penghujan saat ini, intensitas hujan sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan tanah longsor di beberapa wilayah salah satunya di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, dimana jalan penghubung Dusun Citulang menuju Dusun Margasari mengalami kerusakan yang terjadi akibat pengikisan jalan cor beton, hal ini  tentunya sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan baik pengendara motor dan mobil yang melintasi.

Babinsa Koramil 14 Cimanggu bersama masyarakat mengambil langkah cepat dengan mengadakan kegiatan gotong royong guna renovasi pengecoran jalan dengan yang berdiameter lebar 2,5 meter dan panjang 100 meter, Kamis (03/12/2020).

Adapun anggararan berasal dari swadaya masyarakat. Hal tersebut tidak luput dari peran serta Ketua RT. 02 Samsir yang sangat peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungannya, dengan melakukan pengalangan dana dan pengerahan warganya dengan cepat. 

Dalam kesempatan itu, Babinsa Koramil 14 Cimanggu Serka Sudarto memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Ketua RT setempat dan warganya yang sangat peduli dengan lingkunganya dan mengambil langkah cepat untuk mengatasi badan jalan yang terkikis agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan. 

Selain itu, kegiatan gotong royong merupakan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan, terlebih dalam upaya mengatasi terjadinya bencana alam yang menyangkut keselamatan  masyarakat umum. Melalui gotong royong akan tercipta kemanunggalan TNI dan rakyat yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di wilayah.

“Berkaitan saat ini musim penghujan, kami sebagai Babinsa selalu  menghimbau ke warga masyarakat agar berhati-hati karena sebagian besar Wilayah Desa Kutabima merupakan pegunungan dan rentan terjadinya tanah longsor apalagi curah hujanya sangat tinggi, ” pungkasnya. Oke

Rabu, 02 Desember 2020

Tanggul Sungai Cilopadang Jebol, Babinsa Bantu Evakuasi Warga



Cilacap - Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Majenang telah menyebabkan naiknya debit air diwilayah tersebut. Karena tak mampu menahan luapan air, tanggul Sungai Cilopadang jebol dikabarkan jebol dan airnya menggenangi pemukiman warga setempat.

Terkait hal tersebut, Babinsa Mulyasari Pelda Supriyadi bersama Sertu Slamet melaksanakan tindakan tanggap bencana dengan membantu evakuasi warga yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman, Selasa (1/12) malam.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Mulyasari Pelda Supriyadi menuturkan hujan yang turun sejak hari senin (30/11) memang sangat besar, sebagai aparat kewilayahan pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya bencana alam mengingat wilayah tersebut sesuai peta demografafi termasuk wilayah rawan bencana banjir.

"Kejadian jebolnya tanggul Sungai Cilopadang memang diluar dugaan kami, untuk itu demi keselamatan warga, kami berinisiatif membantu proses evakuasi warga untuk menghindari korban jiwa," tuturnya.

Jebolnya Tanggul Sungai Cilopadang, telah berdampak banjir setinggi lebih kurang 1 meter. Kondisi ini tentu membahayakn warga, khususnya para ibu-ibu, anak-anak dan lansia, yang rentan terkena bahaya banjir. Tak hanya perumahan warga, akses jalanpun lumpuh tergenang banjir.

"Kita dari Koramil bekerja sama dengan pemerintah desa, tim penangulangan bencana daerah serta dibantu relawan melakukan evakuasi sementara ke sejumlah posko pengungsian yang sudah kita siapkan. Adapun tempat pengungsian warga yang di evakuasi yaitu Sekolah Mi Mulyasari sebanyak 60 orang, Masjid Al-Hidayah sebanyak 35 orang, dan Masjid Al Muttaqin sebanyak 50 orang," jelasnya.

Hingga berita ini dibuat, Kondisi saat ini banjir sudah mulai surut. Babinsa beserta tim penanggulangan bencana sudah melakukan monitoring titik banjir, untuk memastikan sampai kondisi benar-benar aman dari bahaya banjir. Oke

Babinsa Serka Suwarno Dampingi Kepala Dinas Pertanian Cilacap Tanam Padi di Desa Bantarsari



Cilacap - Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Babinsa Bantarsari Koramil 09/Kawunganten Serma Suwarno mendampingi Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto, SP. MP melaksanakan kegiatan tanam padi metode jajar Legowo 4:1, bertempat di arel sawah Dusun Petenangan, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Selasa (01/12/2020).

Turut hadir dalam kegiatan, Koordinator BPP Pertanian Bantarsari Iswanto, SP beserta PPL, Kepala Desa Bantarsari Ngato Urohman beserta para Kepala Dusun dan Ketua Gapoktan Daiman beserta para ketua Kelompok Tani setempat.

Selain melaksanakan kegiatan penanaman padi, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Kadis Pertanian untuk menampung keluhan petani terkait berbagai permasalahan seperti langkanya pupuk bersubsidi, kartu tani, alsinta dan permasalahan lain yang menjadi kendala petani dalam meningkatkan hasil pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Bantarsari Serma Suwarno menyampaikan pihaknya selaku TNI Koramil Koramil 09 Kawunganten siap mendukung program pemerintah dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan nasional.

"Saat ini kami bersama Dinas Pertanian serta para petani di Dusun Petenangan, turun ke sawah untuk bersama-sama melakukan tanam padi. Hal ini merupakan wujud nyata keseriusan kita dalam mendukung program pertanian pemerintah. Selain itu terkait pupuk bersubsidi, kami dari Koramil Kawunganten siap mengawal pupuk bersubsidi agar tepat sasaran serta sesuai kebutuhan petani," tandasnya. Oke

Danpusdiklatpassus Kopassus Secara Resmi Tutup Pendidikan Raider Angkatan XXVI TA 2020

 


Cilacap - Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus Brigjen TNI Thevi A. Zebua secara resmi menutup Pendidikan Raider Angkatan XXVI Tahun Ajaran 2020, bertempat di Lapangan Ksatriaan Amirul Isnaeni, Pusdiklatpassus Daun Lumbung, Jln Veteran, Tambakreja Cilacap, Selasa (1/12).

Sebanyak 300 siswa Pendidikan Raider Angkatan XXVI Tahun Ajaran 2020 secara resmi menyandang brevet, baret dan kualifikasi Raider yang ditandai dengan Upacara Penutupan, dipimpin langsung oleh Danpusdilatpassus Kopassus Brigjen TNI Thevi A. Zebua selaku Inspektur Upacara dan  bertindak selaku Komandan Upacara (Dan Up) Danse Raider Mayor Inf Eka Wira.

Mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, pihak Pusdiklatpassus Kopassus  membatasi undangan yang hadir dan keluarga siswa tidak diperkenankan memasuki tempat upacara untuk menghindari kerumunan. Selain itu penyematan brevet, pemasangan baret maupun pengalungan pita prestasi dilakukan sendiri oleh perwakilan siswa di hadapan Inspektur Upacara.

Tampak hadir, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto, S.E., M.Tr (Han), Kadepumtiknik Pusdiklatpassus  Letkol Inf Sunardi, Kabagdik Pusdiklatpassus Letkol Inf Devi, serta para Perwira Staf terkait.

Dalam amanatnya, Danpusdiklatpassus Kopassus mengatakan selaku Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Kopassus mengucapkan "Selamat" atas keberhasilan para mantan peserta didik sekalian dalam mengikuti pendidikan ini.

"Semoga bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, dapat terus dikembangkan serta dapat menjadi dorongan untuk lebih meningkatkan semangat dan tekad dalam rangka menyiapkan diri guna menyongsong tugas tugas yang diberikan oleh negara dimasa yang akan datang, "ucapnya.

Dengan bertambahnya kualifikasi Raider ini, maka para mantan peserta didik harus lebih siap dan mampu melaksanakan tugas khusus yang menjadi bagian dari perang atau pertempuran non konvensional. Hal tersebut sesuai dengan motto Prajurit Raider, yaitu mampu bergerak secara cepat, tepat dan senyap untuk mendekati, merebut menghancurkan sasaran.

"Pasukan Raider adalah salah satu pasukan elit infanteri yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan prajurit infanteri biasa, tentunya dengan dibekali ilmu yang khusus seperti operasi Raid, Mobil udara dan masih banyak kemampuan lainnya," katanya.

Kualifikasi Raider dengan tanda petir melambangkan bahwa prajurit Raider adalah prajurit yang mampu bergerak dan bertindak dengan cepat dan senyap di segala bentukmedan dalam pertempuran.

Jadikan itu sebuah kebanggaan dalam hati dan diri para didik sekalian dalam mantan peserta pengabdian kepada negara dan bangsa.

"Oleh karena itu harapan saya, dan tentunya harapan kita semua, agar bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah di terima selama mengikuti pendidikan Pusdiklatpassus, bisa memberi manfaat dan meningkatkan kualitas kemampuan dapat sebagai seorang Prajurit Raider yang kuat, efektif, dan profesional," tegas Brigjen Thevi. Oke